Sabtu, (16/10/2021), Dewan Guru Besar menyelenggarakan seminar daring bertema Pemikiran Bulaksumur: “Jati Diri UGM sebagai Universitas Pancasila”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Paguyuban Pensiunan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (Pagugama) yakni: Prof. Dr. Kaelan, MS Guru Besar Filsafat dan Prof. Dr. Sofian Effendi, MA., MPIA Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Seminar ini bertujan untuk menggali pemikiran para guru besar dan civitas akademika tentang konsepsi, filosofi, dan pengamalan Jati diri UGM sebagai universitas Pancasila. Dalam pengantar yang disampaikan oleh moderator Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., Ph.D menjelaskan bahwa Pancasila merupakan mantra hidup. Pancasila sudah seharusnya menjadi jiwa dan jati diri bangsa Indonesia termasuk pada civitas akademika UGM. Untuk itu, dalam pemikiran Bulaksumur ini menjadi penting dibicarakan dan dibahas tentang arah pengembangan Jati diri UGM sebagai universitas Pancasila.
Siapa tak kenal Anggrek? Anggrek merupakan tanaman berbunga dengan bentuk bunga yang cantik, unik dan awet tidak mudah layu, sehingga banyak disukai dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Indonesia yang dilintasi garis katulistiwa, sebagai negara tropis, memiliki agroklimat yang sangat cocok untuk anggrek. Menurut Schuitemann (2007), di dunia ini terdapat sekitar 30.000 jenis anggrek yang secara alami hidup di hutan alam berbagai negara, 5.000 diantaranya terdapat di Indonesia, dan 3.000 diantaranya terdapat di Papua.
Dewan Guru Besar menerima kunjungan DPD RI pada hari Kamis (1/4/2021) untuk melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang pokok-pokok Haluan negara dan amandemen terbatas UUD NRI Tahun 1945. Rombongan DPD RI dipimpin langsung oleh Intsiawati Ayus selaku Ketua Kelompok DPD di MPR, delegasi Dewan Perwakilan Daerah.
FGD yang berlangsung di Ruang Multi Media 1 Lantai 3 Sayap Utara Gedung Pusat UGM itu dihadiri anggota Kelompok DPD di MPR. Mereka adalah Abraham Liyanto, Cholid Mahmud, Ahmad Kanedi, Husain Alting, Jialyka Maharani, Yoris Raweyai, Maria Goreti, Novita Anakotta serta Hudarni Rani.
Program Penelitian Pemandatan untuk Mitigasi dan Penanganan Covid-19 Fakultas Biologi UGM yang berkolaborasi dengan Dewan Guru Besar (DGB) UGM telah memasuki tahap akhir. Program Pemanfaatan Lahan Sempit (Pekarangan Rumah) untuk Budidaya Pangan Keluarga selama Pandemi Covid-19 telah dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi di Dusun Gejayan, Desa Condongcatur, Kec. Depok, Sleman dan Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Kec. Prambanan, Sleman. Kegiatan ini dimulai sejak bulan Juli lalu. Berbagai rangkaian kegiatan telah dijalani mulai dari sosialisasi program, pelaksanaan pelatihan, pendampingan program, hingga monitoring dan evaluasi.
Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) menerima kunjungan rombongan MPR yang diketuai oleh Wakil Ketua MPR, Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA , Senin (26/10) di Ruang Multimedia Kantor Pusat UGM. Dalam kunjungan tersebut MPR melakukan focus group discussion (FGD) yang dilakukan secara daring dan luring dalam rangka menyerap aspirasi tentang wacana amandemen UUD 1945 khususnya terkait menghidupkan kembali GBHN.
Sjarifuddin Hasan menyampaikan kepemimpinan MPR saat ini mendapatkan amanah dari MPR periode sebelumnya untuk melanjutkan kajian-kajian mendalam terhadap usulan masyarakat termasuk tentang GBHN. Terdapat sejumlah masukan dari masyarakat maupun stakeholder untuk memasukkan pokok-pokok haluan negara kedalam UUD 1945.
Jakarta, wapresri.go.id – Mutu pendidikan Indonesia harus semakin baik. Untuk mendukung hal tersebut, guru besar atau profesor sebagai pemegang jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi dituntut untuk memainkan perannya, terutama dalam menghasilkan karya-karya ilmiah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika menerima audiensi Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) Koentjoro dan jajarannya di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Dewan Guru Besar mengadakan Rapat Pleno Luar Biasa dan sekaligus pisah sambut pergantian pimpinan Dewan Guru Besar pada hari Selasa, 1 September 2020. Sekretaris Dewan Guru Besar, Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., Ph.D yang telah memasuki masa pensiun digantikan oleh Prof. Dr. Subagus Wahyuono, M.Sc., Apt yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi III (Bidang Etika Moral dan Ke-UGM-an). Ketua Komisi III kemudian diganti oleh Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Komisi III. Prof. Dr. Sismanto, M.Si terpilih menjadi Sekretaris Komisi III menggantikan Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA.
Kabar gembira!! ? Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada memberikan kesempatan kepada segenap anak bangsa untuk berkonstribusi dalam Peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda dengan mempersembahkan karya-karya unggulan. Kini peluang tersebut berupa “Call For Papers” yang meliputi berbagai kriteria dan persyaratan tertentu.
?Topik Artikel:
?Sosial Budaya “Menjadi Indonesia yang berkarakter: menatap perubahan zaman”
?Kesejahteraan “Indonesia sebagai negara berkeadilan sosial”
Guru Besar yang terhimpun dalam Dewan Guru Besar merupakan penjaga etika moral, motor penggerak, dan pembaharuan pendidikan tinggi di Indonesia. Gagasan dan inovasi para Guru Besar menjadi rujukan universitas dalam menerapkan sistem pendidikan dan pengajaran. Dewan Guru Besar juga senantiasa mengawal integritas moral dan etika sivitas akademika sehingga kampus tidak hanya menghasilkan orang pintar namun juga berakhlak mulia dan berkemanusiaan.
Dengan pemikiran dan pandangan yang luas tentang isu strategis nasional dan internasional, Dewan Guru Besar juga memiliki peran untuk turut menyejahterakan bangsa, mengentaskan rakyat Indonesia dari kebodohan, ketertinggalan, dan kemiskinan.
Problematika kebangsaan yang saat ini sedang terjadi baik pada ranah lokal, nasional, maupun global menjadi tantangan yang terus berkembang hingga hari ini. Hal tersebut memberi masukan kepada pemerintah untuk menghidupkan wawasan kebangsaan guna mendidik warga negaranya dalam berbagai jenjang pendidikan. Dalam Kongres Pancasila IX yang berlangsung pada tanggal 22-23 Juli 2017 di Universitas Gadjah Mada secara mendasar mengarah pada pembanguanan dan pembelajaran nilai-nilai dasar ideologis Pancasila untuk mayarakat. Dalam kongres tahun ini mengusung tema “Pancasila Jiwa Bangsa; Dinamika, Tantangan dan Aktualisasi di Indonesia”. Tujuan lainnya adalah menguatkan jejaring masyarakat Pancasila sebagai subyek dalam mengimplementasikan Pancasila sebagai ‘ideologi kerja’ sehingga menjadi pionir dalam membangun kedaulaan bangsa.