Pemikiran Bulaksumur #44: Strategi Percepatan Kemandirian Teknologi Industri Indonesia

Dewan Guru Besar menyelenggarakan seminar secara Hybrid bersama Direktorat Pengembangan Usaha (STP dan IPMO UGM) pada Jumat (17/25), bertema “Pemikiran Bulaksumur: Strategi Percepatan Kemandirian Teknologi Industri Indonesia”. Kegiatan ini menghadirkan Keynote speech Prof. I Ketut Adnyana, MSi, Ph.D. (Direktur P2M) yang memaparkan Arah & Strategi Kebijakan Riset Inovasi Pemerintah dalam Penguasaan Sain Teknologi untuk Kemandirian Energi, Pangan dan Kesehatan. Seminar di buka oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, seminar pemikiran Bulaksumur ini merupakan yang ke 44 selalu relevan dan aktual diharapkan bisa menjadi rujukan akademisi dalam kiprahnya berkontribusi kepada pemerintah, pungkasnya.

Ada sejumlah pembicara dalam acara ini diantaranya: Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. (Guru Besar Teknik Industri UGM) yang memaparkan ‘Strategi percepatan untuk Kemandirian Industri Manufaktur’, Prof. Dr-Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng. (Guru Besar  Energi UGM) dengan paparannya ‘Strategi percepatan untuk Kemandirian Industri Energi’, Prof. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc., Ph.D. (Guru Besar Fitopatologi UGM) bertema ‘Strategi percepatan untuk Kemandirian Industri pangan Berbasis Bioteknologi’, Didik Purbadi, S.Si., MBA. (Pengelola Kawasan Industri Jababeka) memaparkan Kawasan Industri & Upaya Adopsi Teknologi Dalam Negeri, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D. (GB Bioresource Processing) yang menyampaikan Strategi dan Tantangan Transfer Teknologi untuk Kemandirian Industri Dalam Negeri.

Seminar ini bertujan: Menggali pandangan dan pemikiran Guru Besar UGM terhadap peran teknologi industri dalam menopang kemandirian nasional di sektor-sektor manufaktur, energi, pangan & kesehatan. Menyusun rekomendasi strategi yang lebih efektif untuk mencapai kemandirian teknologi industri di sektor-sektor manufaktur, energi, pangan dan kesehatan. dalam pemikiran Bulaksumur ini menjadi penting dibicarakan dan dibahas tentang arah pengembangan Jati diri UGM sebagai universitas Nasional.

Direktur Pengembangan Usaha Prof. Kompyang mengatakan forum ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam memperkuat ekosistem riset serta inovasi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. UGM menegaskan komitmennya sebagai pelopor dalam penguatan hilirisasi riset dan inovasi untuk mempercepat kemandirian teknologi Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, UGM terus berkontribusi membangun bangsa yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.

Lebih lanjut Ketua Dewan Guru Besar dalam sambutannya Pemikiran Bulaksumur menjadi wadah Guru besar dalam menyampaikan ide dan gagasan, merangkai dan merangkum semua yang menjadi tradisi akademik kritis, solutif yang akan mewadahi dialok lintas disiplin keilmuan maupun lintas generasi sebagai riset berdampak, ujar Prof. Baiquni.

***

Penulis: Heru Sutrisno
Dokumentasi: Arsip DGB
Editor: Wahyudi Kumorotomo

Tags: slide

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*