Universitas Andalas menjadi tuan rumah pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTNBH) se-Indonesia. Forum yang mengusung tema “Peran Strategis Guru Besar untuk Kejayaan Bangsa” dengan menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Brian Yuliarto. Pertemuan nasional ini diawali dengan jamuan makan malam dan sambutan Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernuran.
Pada pagi harinya pembukaan pertemuan nasional dilakukan Ketua MDGB PTNBH Prof. M. Baiquni. Dilanjutkan pidato kunci Prof Brian Yuliarto yang dipandu oleh Rektor Universitas Andalas Dr. Efa Yonnedi. Menurut Mendiktisaintek, universitas perlu semakin akrab dengan masyarakat dan industry, tidak boleh menjadi menara gading. Di era disrupsi teknologi dan kompetisi global saat ini, harapan kemajuan bangsa ada dipundak para guru besar yang ada di perguruan tinggi dituntut. Guru besar sebagai “creame de la creame” diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, namun juga turut serta mendorong pertumbuhan industri melalui riset, inovasi, dan kerja sama strategis.
Guru Besar memegang peranan yang sangat penting sebagai pemimpin akademik dan sumber otoritas keilmuan. Guru Besar diharapkan mampu menjadi suluh penerang jalan pembangunan bangsa dan negara, menjadi jembatan antara kampus dengan dunia usaha dan industri. Tantangan kedepan semakin relevan, bahwa dunia akademik saat ini memasuki fase baru: riset beyond publication. Jika sebelumnya indikator keberhasilan riset lebih banyak diukur dari jumlah publikasi ilmiah, kini orientasi riset harus lebih luas—menyentuh dan mewujudkan dampak nyata terhadap pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan daya saing industri. Menteri Brian yang juga ahi nanoteknologi, mengemukakan bahwa kompetisi itu bukan sesama PTNBH. Kompetisi kita Adalah Perguruan Tinggi di luar negeri.
Guru Besar Tulang Punggung Kemajuan Perguruan Tinggi
Para Guru Besar khususnya di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) mendapat mandat dan tugas strategis menjadi lokomotif kemajuan bangsa. PTNBH tidak hanya otonom dalam pengelolaan pendidikan, tetapi juga memiliki kapasitas kelembagaan untuk menginisiasi kolaborasi lintas sektor. Dalam kerangka peran kampus dengan industri (Industrial Engagement), PTNBH diharapkan mampu berkolaborasi dengan industri melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai upaya hilirisasi menjadi produk yang bernilai tinggi dan diperlukan masyarakat luas. Dengan demikian, perguruan tinggi bukan hanya pengguna dana riset, tetapi juga melakukan inovasi dan kolaborasi guna menghasilkan solusi nyata yang memperkuat daya saing industri nasional.
Peran kampus berkolaborasi dengan industri dapat diwujudkan melalui berbagai cara: membangun pusat unggulan teknologi yang siap dihilirisasi industri, mengembangkan spin-off company berbasis riset kampus, serta memperkuat peran mode of technology transfer sebagai penghubung akademisi dengan pelaku usaha. Guru Besar, dengan kemampuan keilmuan dan jejaringnya, menjadi lokomotif penggerak yang memastikan sinergi ini berjalan mewujudkan Langkah berkemajuan dan berkelanjutan.
Menteri Prof Brian Yuliarto mengajak untuk mengubah mindset perguruan tinggi yang berdampak pada kehidupan, tentu dampak positif yakni berkemajuan dan bermartabat dengan basis ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mengharapkan perubahan perilaku bekerja keras dan cerdas mengembangkan potensi dan menangkap peluang yang ada, seraya membangun Kerjasama segenap pihat. Menteri yang juga termasuk 2% peneliti yang berpengaruh di tingkat dunia ini, menegaskan bahwa strategi pengembangan industri di Indonesia berfokus pada delapan bidang prioritas, yang harus menjadi pusat perhatian riset dan inovasi di perguruan tinggi, khususnya PTNBH:
- Pangan – kemandirian dan ketahanan pangan melalui inovasi budidaya, pengolahan, hingga kedaulatan pangan.
- Energi – pengembangan energi bersih, energi terbarukan, efisiensi energi, dan kemandirian.
- Kesehatan – riset obat, vaksin, alat kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis teknologi.
- Pertahanan – inovasi teknologi pertahanan guna menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
- Hilirisasi dan Industrialisasi – peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui proses pengolahan dan hilirisasi industri yang berkelanjutan.
- Digitalisasi – transformasi digital, artificial intelligence, big data, dan teknologi informasi untuk mendukung berbagai sektor industri.
- Material dan Manufaktur Maju – riset material baru, teknologi manufaktur presisi, serta otomasi berbasis robotika.
- Maritim – pengelolaan sumber daya laut, teknologi perikanan, serta penguatan sektor transportasi dan logistik maritim.
Kampus Berdampak
Kampus Berdampak menjadi arah baru perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat digital yang semakin kritis dan memiliki akses informasi yang luas. Dalam pengembangan riset dan inovasi dengan tema diatas, juga dimasukkan berbagai dimensi yang penting sehingga dapat menjadi berperan semua (all inclusive) dan dikembangkan secara terpadu (integrated). Kampus harus menjadi center of excellence: pusat keunggulan yang mengintegrasikan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan inovasi yang langsung berdampak pada industri dan masyarakat luas, dengan prioritas:
- Mengarahkan Riset untuk Menjawab Kebutuhan Industri: Guru Besar perlu menjadi pengarah (navigator) agar riset yang dilakukan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri. Topik penelitian harus diarahkan pada demand-driven research, yang dapat menghasilkan solusi praktis bagi persoalan di lapangan, baik dalam bidang pangan, energi, kesehatan, lingkungan, maupun teknologi manufaktur.
- Membangun Ekosistem Kolaborasi: Peran Guru Besar juga mencakup pembangunan jejaring strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha (triple helix). Keterlibatan Guru Besar dalam forum nasional dan internasional membuka peluang kolaborasi yang dapat melahirkan spin-off company, paten industri, serta produk inovatif yang bisa langsung diadopsi oleh dunia usaha.
- Menjadi Role Model dan Mentor: Sebagai figur akademik tertinggi, Guru Besar harus menjadi teladan dalam mentransformasikan orientasi riset. Melalui bimbingan kepada dosen muda dan mahasiswa, Guru Besar dapat menanamkan budaya riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut pada technology transfer dan komersialisasi hasil penelitian.
- Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Akademik: Selain menghasilkan inovasi, Guru Besar juga dituntut memiliki visi kewirausahaan akademik (academic entrepreneurship). Hal ini penting untuk mendorong lahirnya usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
- Menumbuhkan Nilai Tambah dan Kemajuan: Agar perguruan tinggi dapat mendorong kemajuan masyarakat dan pertumbuhan industri hanya akan tercapai bila Guru Besar mengambil peran nyata dalam community empowerment & industrial engagement. Pilar utama PTNBH sebagai penggerak lokomotif dan kampus sebagai center of excellence, perguruan tinggi tidak sekadar menjadi pusat pendidikan, melainkan juga pengasuh dan pembina industri di delapan bidang strategis nasional. Dengan memimpin arah riset ke ranah yang lebih aplikatif, membangun jejaring dengan industri, serta mengembangkan budaya kewirausahaan akademik, Guru Besar bukan hanya menjaga marwah keilmuan, tetapi juga memastikan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi kejayaan bangsa.
Para Guru Besar juga melakukan muhibah bertemu H. Fadli Amran, BBA Walikota Padang berdiskusi mengenai kepemimpinan dan peran nyata Pemerintah Kota Padang memajukan generasi muda melalui Program Beasiswa Internasional. Pemerintah Kota Padang akan mengirimkan siswa terbaik untuk kuliah lanjut di perguruan tinggi nasional yang memiliki program internasioal, seperti double degree, sandwich, maupun full belajar ke luar negeri. Program internasional bagi para pemuda ini disambut baik oleh pimpinan Guru Besar dari PTNBH, karena semua perguruan tinggi terbaik di Indonesia juga memiliki program internasional.
Fadli Amran yang pernah belajar di Amerika Serikat di Shoreline Community Collage dan Seattle University ini belajar Business Administration, kemudian memimpin HIPMI dan Ketua KNPI menganggap penting generasi muda terbaik untuk mendapat Pendidikan internasional. Oleh karena itu dimasa kepemimpinan walikota, Program Beasiswa Internasional Kota Padang diwujudkan bagi peningkatan kualitas generasi muda mendatang.

Hari ketiga para delegasi melajukan perjalanan budaya, Heritage Trails ke Padang Panjang dan Bukittinggi. Para Guru Besar disambut dengan tarian tradisi di depan Rumah Gadang yang indah di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau. Setelah mendapat penjelasan mengenai kebudayaan Minagkabou termasuk arsitektur rumah, kekerabatan, fungsi dan peran keluarga dan asset warisan leluhur, delegasi dari beragam latar belakang budaya ini memanfaatkan momentum untuk berdiskusi dan mendokumentasikan fenomena Rumah Gadang dan isinya.
Perjalanan berlanjut ke Bukittinggi diterima Wakil Walikota Ibnu Asis S,STP. Yang juga alumni Universitas Andalas di bidang pertanian. Ibnu Asis memberikan sambutan selamat dating sambal menjelaskan bahwa Bukittinggi merupakan kota peruangan, kota pemikiran, dan pernah menjadi kota tempat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Belanda melakukan agresi II. Pemerintahan sementara yang tidak sampai setahun ini memiliki peran dalam penyelamatan kedaulatan Republik Indonesia dimasa perjuangan. Wakil walikota ini juga berharap ada Kerjasama kongkrit untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi dengan dukungan PTNBH.
Deklarasi Padang
Para pimpinan MDGB PTNBH bersepakat untuk menyatakan Deklarasi Padang sebagai berikut:
Kami, sivitas akademika dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi Indonesia, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral, menyatakan:
- Menegakkan Norma Akademik
- Menetapkan standar perilaku akademik yang jujur, transparan, dan akuntabel dalam setiap aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Menguatkan Etika Akademik
- Menolak segala bentuk pelanggaran etika seperti plagiarisme, manipulasi data, dan penyalahgunaan teknologi.
- Mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.
- Membangun Budaya Akademik Sehat
- Menumbuhkan budaya kolaboratif, kritis, dan inklusif yang menghormati keberagaman.
- Mengintegrasikan nilai Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.
- Menjaga Integritas Moral
- Menjadikan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sebagai pijakan utama dalam setiap karya akademik.
- Mengedepankan keberanian moral untuk menolak praktik-praktik yang merusak martabat pendidikan.
- Menguatkan Tata Kelola & Pengawasan
- Mengembangkan sistem pengawasan, unit etika, dan layanan konseling di perguruan tinggi.
- Mendorong partisipasi aktif dosen, mahasiswa, dan institusi dalam menjaga etika dan integritas bersama.
Dengan deklarasi ini, kami berkomitmen menjadikan pendidikan tinggi Indonesia sebagai ruang yang bermartabat, berkeadilan, serta berlandaskan nilai, etika, dan integritas untuk mewujudkan peradaban bangsa yang unggul.
Strategi penguatan Implementasi Pengembangan Norma, Etika, Budaya Akademik, dan Integritas Moral
- Sederhanakan regulasi, satukan aturan yang tumpang tindih.
- Perkuat nilai akademik (integritas, etika, Pancasila).
- Berikan insentif dan dukungan finansial riset yang memadai.
- Kembangkan norma & etika akademik nasional yang tetap menghargai keragaman tiap universitas.
- Perkuat sistem pengawasan, konseling, dan unit etika di kampus.
- Revisit kembali otonomi akademik agar lebih substansial, bukan sekadar kebebasan formal.
Padang, 26 September 2025
Atas nama Majelis Guru Besar dan Sivitas Akademika Indonesia
Penulis: M.Baiquni
Editor: Heru Sutrisno